Kisah Seekor Monyet

Tuesday, October 4, 2016

Kisah Seekor Monyet

Di sini Mia kongsikan sebuah kisah seekor monyet. Moga kita faham mesej yang nak disampaikan.


Seekor anak monyet bersiap-siap hendak melakukan perjalanan jauh. Ia merasa sudah bosan dengan hutan tempat hidupnya sekarang. Ia mendengar bahwa di bagian lain dunia ini ada tempat yang disebut "hutan" di mana ia berpikir akan mendapatkan tempat yang lebih "baik".

"Aku akan mencari kehidupan yang lebih baik!" katanya. Orang tua si Monyet, meskipun bersedih, melepaskan kepergiannya. "Biarlah ia belajar untuk kehidupannya sendiri," kata sang Ayah kepada sang Ibu dengan bijak.

 Maka pergilah si Anak Monyet itu mencari "hutan" yang ia gambarkan sebagai tempat hidup kau Monyet yang lebih baik. Sementara kedua orang tuanya tetap tinggal di hutan itu. Waktu terus berlalu, sampai suatu ketika, si Anak Monyet itu secara mengejutkan kembali ke orang tuanya. Tentu kedatangan anak semata wayang itu disambut gembira orangtuanya.
Sambil berpelukan, si Anak Monyet berkata, "Ayah, Ibu, aku tidak menemukan hutan seperti yang aku angan-angankan. Semua binatang yang aku temui selalu keheranan setiap aku menceritakan bahwa aku akan bergi ke sebuah tempat yang lebih baik bagi semua binatang yang bernama hutan."

"Malah, mereka mentertawakanku." sambungnya sedih. Sang Ayah dan Ibu hanya tersenyum mendengarkan si Anak Monyet itu. "Sampai aku bertemu dengan Gajah yang bijaksana," lanjutnya, "Ia mengatakan bahwa sebenarnya apa yang aku cari dan sebut sebagai hutan itu adalah hutan yang kita tinggal ini!. Kamu sudah mendapatkan dan tinggal di hutan itu!"

"Benar, anakku. Kadang-kadang kita memang berpikir tentang hal-hal yang jauh, padahal apa yang dimaksud itu sebenarnya sudah ada di depan mata."

Kita semua adalah si Anak Monyet itu. Hal-hal sederhana, hal-hal ada di sekitar kita tidak kita perhatikan. Justru kita melihat hal yang "jauh-jauh" yang pada dasarnya sudah di depan mata. Kita gelisah dengan karier pekerjaan, kita gelisah dengan sekolah anak-anak, kita gelisah dengan segala rencana kehidupan kita.

Padahal, yang pekerjaan kita sekarang adalah sebahagian dari karier kita. Padahal, anak-anak kita bersekolah sekarang adalah sebahagian dari proses pendidikan mereka dan hidup yang kita jalani adalah sebahagian dari rangkaian kehidupan kita ke masa yang akan datang.

kisah motivasi...

5 comments:

  1. Sangat bermanfaat :D jangan sampai apa yang dikendong berciciran, apa yang dikejar tak dapat :)

    ReplyDelete
  2. nice :)


    http://hello-vitamin.blogspot.my/

    ReplyDelete
  3. assalamualaikum mia...kisah dan tauladan...:)

    ReplyDelete
  4. monyet pun nampak comel... anak2 tak faham lagi

    ReplyDelete
  5. ceria mcm ni bagus kita kongsikan dengan anak2

    ReplyDelete

The author will not be responsible for any comment left by the readers. Please comment using polite language. Thank you.