Roh orang yang berhutang tidak dapat temui Allah selagi hutang tak dibayar. Bahkan Rasulullah tidak akan bersolat ke atas mayat yang hutang belum dijelaskan - ada hadis. Sabdanya "Sesungguhnya roh orang mukmin itu tergantung dengan sebab hutangnya. Sehinggalah hutangnya dijelaskan. " (Bukhari adn At-Tirmizi)


Hadis lain pula meriwayatkan Abu Qatadah pernah menjamin membayar hutang seorang mati sebanyak dua dinar. Setelah dijelaskam, Rasulullah bersabda "Sekarang telah sejuk kulitnya" (Al-Hakim, Ail-Baihaqi, At-Tayalisi dan Ahmad)


** walau apa pun yang berlaku hutang tetap dikira hutang... wajib dibayar...